saddam

Ummul Kitab Adalah Ibu dari segala aktifitas kita, jadikanlah ummul kitab sebagai permulaan semua aktivitas kita, supaya aktifitasmu terarah oleh-Nya

Jumat, 08 Juli 2011

Nahdlotul Muhammadiyah

Pada forum Kenduri Cinta di jakarta dan Mocopat Syafaat di jogja syaikh Muhammad Ainun Nadjib menyampaikan rencana akan didirikannya organisasi resmi yang bernama Nahdlotul Muhammadiyah. Kata beliau, motif didirikannya organisasi ini tidak untuk merongrong NU atau merongrong Muhammadiyah. Justru organisasi ini ingin mengisi celah-celah yang masih belum terakomodasi secara memadai baik oleh NU maupun Muhammadiyah. Contohnya, masalah macet di pelabuhan merak itu sebenarnya masalah apa, mungkinkah “direkayasa”, terus, menempatkan fatwa haram merokok yang dikeluarkan oleh MUI itu secara proporsional gimana, terus, masalah NII itu sebenernya gimana, dll. Jadi, mungkin mirip tim investigasi lah, yang bisa jadi akan memproduk semacam press-release sehingga ummat tidak terlalu menjadi bingung dalam atmosfer kehidupan dimana beredar isu-isu tersebut.

Kalau saya, memandang rencana berdirinya organisasi ini, dengan nama yang demikian, adalah relevan. Minimal secara psikologis, filosofis, dan kosmologis.Secara psikologis, telah nyata bahwa sekarang orang dalam bermasyarakat tidak sefanatik dan se-ekstrim dulu. Polarisasi-polarisasi dalam kehidupan sosial, terutama dalam konteks praktek-praktek keagamaan, tidak terasa se”panas” dulu. Ya kalaupun belakangan muncul bermacam-macam aliran yang dikategorikan oleh pemegang otoritas sebagai aliran sesat, saya kira aliran-aliran ini hanya sebagian kecil saja. Artinya tidak cukup representatif dijadikan gambaran umum perilaku masyarakat.


Maksud saya, sang adik boleh saja lebaran duluan karena ikut Muhammadiyah dan sang kakak/ibu baru lebaran besok karena ikut NU. Jadi satu atap bisa terjadi 2 kali lebaran idul fitri dan fine-fine saja. Agaknya masyarakat kita, sejauh yang saya tahu, telah dewasa menyikapi perbedaan-perbedaan ini. Contoh lagi, pas penyelenggaraan sholat tarawih. Mungkin sekarang ada(atau jangan-jangan banyak), orang yang kalau sedang rajin ya ikut sholat tarawih yang 20 roka’at tapi kadang-kadang males atau karena suatu hal, maka memilih sholat tarawih 8 roka’at saja. Bahkan sekarang kita sudah terbiasa melihat dalam satu masjid terjadi dua jenis sholat tarawih, dan fine fine saja.


Yang membuat saya terharu, seorang teman saya yang katanya Muhammadiyah, ketika sholat subuh berdua dengan saya dan ia yang menjadi imam, ia membaca do’a qunut, mungkin karena tahu saya penganut qunut mania. Jelas, sholat subuh waktu itu menjadi lebih berkesan bagi saya, meskipun sholatnya “hanya”di mushola sebuah POM bensin di Brebes. Seketika itu saya berdo’a dalam hati : ya Allah, jadikanlah temanku ini menjadi ketua Muhammadiyah, atau pokoknya pemimpin deh, sehingga semakin banyak tercipta keindahan-keindahan semacam ini dalam hidup. amin ya Allah.


Betapa sekarang orang tidak begitu peduli apakah kamu Muhammadiyah atau NU, malah semakin sadar bahwa sudah saatnya tidak ribut itu, tapi gimana caranya orang-orang islam tetep pada sholat, puasa, zakat,tidak terlalu terseret arus budaya yang tidak islami, bla,bla,bla... indah ya


Kalau secara filosofis, terutama bahasa, saya kira sangat bagus. Sejauh yang saya pernah dengar, kata Nahdloh itu artinya “kebangkitan”, kalau kata Muhammadiyah itu ya berarti para pengikut kanjeng nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Jadi, kira-kira Nahdlotul Muhammadiyah akan bisa diartikan : kebangkitan orang-orang pengikut nabi Muhammad, atau, Islamic Revival, kan keren tuh. Dan akan cocok dengan ramalan-ramalan yang beredar,hehe.. apalagi yang meramal bukan peramal/tukang ramal, melainkan orang-orang jenius yang pasti mendapat ilham dari Allah Subhanahu wata’ala.


Secara kosmologis, nyambung juga. Mohon maaf sebenarnya saya juga tidak terlalu paham apa itu kosmologis, maksudnya gimana, dan saya memakai istilah itu biar keren aja,hehe.. sok-sok milsafat lah. Tapi maksud saya intinya begini, secara kronologis atau time-series, sepertinya sudah saatnya berdiri Nahdlotul Muhammadiyah. Kenapa?? Karena sudah sekitar 80an tahun yang lalu (kalau gak salah) telah berdiri Nahdlotul Ulama. Jadi, sudah sejak 80an tahun yang lalu ulama-ulama di Indonesia memutuskan untuk bangkit. Kalau masalah motifnya apa kok sampai mendirikan NU tidak akan saya bahas disini. Pokoknya, kebangkitan ulama-ulama seindonesia, kira-kira filosofi dari nama NU kan begitu ya.


Nah, sekarang giliran ummatnya dong ikutan bangkit...masak cuma ulamanya tok yang bangkit, ummatnya juga harus bangkit dong...hehe...gimana udah nangkep kan maksud saya?


Semoga Nahdhotul Muhammadiyah bukan hanya gabungan dari NU dan Muhammadiyah akan tetapi persatuan ruhaniyah dalam jiwa dan pikiran, demi kemajuan bangsa Indonesia yang sekarang sedang berlatih menghindari jregalan-jregalan nafsu dan keegoisan yang mengurat nadi dalam otak-otak birokrat Indonesia

Sumber : Kenduri Cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar